Minggu, 11 Maret 2012

Madrasah Tarbiyah Islamiyah Kapau


SEJARAH RINGKAS BERDIRINYA MTI KAPAU


          Pada tahun 1929 di nagari Kapau diadakan musyawarah antara beberapa tokoh masyarakat dengan pimpinan nagari yang menghasilkan keputusan akan mendirikan Sekolah Agama yang bertempat di Pandam Basasak Kenagarian Kapau. Alhamdulillah pada waktu itu dengan usaha yang gigih para tokoh tersebut berdirilah sekolah agama dengan 7 (tujuh) ruang belajar. Pelopornya adalah Hamzah Dt.Batuah yang menjabat Kepala Nagari (1913-1931) dan dibantu oleh Inyik Syech Abdurrahman, Dt.Sajatino, Haji Abbas Chatib, Dt.Malano, Haji Muhammad Amin, Yang Basa Tuo dan lain-lain.

            Atas inisiatif beliau-beliau itulah sehingga pada tanggal 28 Juli 1929 diresmikanlah pembukaan sekolah ini oleh Inyik Syech Sulaiman Ar-Rasuly (Inyik Candung)  dan diberi nama Madrasah Tarbiyah Islamiyah ( MTI ) dengan lama belajar 7 tahun. Dikepalai oleh Buya H.Muhammad Nur Tuanku Mudo dengan guru-guru seperti Abdul Salam Malin Saidi, Haji Gazali, Ramli Tuanku Muhammad, Haji Sjarbaini, Dt.Doto Basa, Rasjidin Kari Bagindo, Malin Kayo dan lain-lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Beliau semua telah mengorbankan tenaga dan pikiran untuk mengajar secara sukarela.

            Dalam meningkatkan dana sekolah sebanyak-banyaknya maka diadakan wadah Wirid Pengajian sekali seminggu yang disponsori oleh Inyik Syech Abbas Qadhi dari Bukittinggi. Demikianlah sekolah ini berjalan dari masa ke masa dengan baik dan pada tahun 1942 sekolah telah memberikan ijazah kepada murid-murid sebanyak 40 (empat puluh) orang.

            Setelah zaman kemerdekaan sekolah tidak luput dari pasang surut dan maju mundurnya sampai pada masa pergolakan daerah PRRI tahun 1957, hingga akhirnya sekolah yang menjadi kebanggaan masyarakat Kapau ditutup sama sekali pada tahun 1958 sampai tahun 1975.

            Kemudian dari itu pengurus yang selama ini tidak bekerja lagi kembali mengadakan rapat untuk membentuk pengurus baru yang akan bekerja keras dan gigih dan dengan menghimpun suatu kekuatan untuk kembali “Mambangkik Batang Tarandam”. Maka pada tahun 1975 Pengurus baru pun terbentuk  yang dipimpin oleh Syech Rasjidin Kari Bagindo (Inyik Chatib) dan memberi kepercayaan kepada Ustadz Zul’aidi Ml.St.Alamsyah,BA sebagai Kepala Sekolah. Kemudian setelah itu sekolah secara berturut-turut  dipimpin oleh Ustadz-ustadz : Suardi. AM, BA (1980-1989), Drs.H.Zul’aidi Ml.St.Alamsyah (1989-1993), Drs.A.Malik Rahman (1993-1996), Drs.Bachtiar Tandjung (1996-1999) Drs.Muhammad Yarnani (1999-2005) Drs. A.K.Dt.Nankodoh Rajo (2005-2007), Drs. Abbas H.I (2007-2010) dan Drs. Marjohan, M.Pd (2010-Sekarang).

            Pada tahun 1989 setelah wafatnya Buya Rasjidin Kari Bagindo (1986), pengurus dipimpin oleh H.Hashuda Dt.Madjo Nan Tuo (Ketua I), H.D.S Mangkuto (Ketua II) dan Aminuddin Dt.Bagindo Basa (Ketua III). Kemudian tanggal 18 Mei 1998 (akta Notaris Yulfaisal, SH Nomor: 10) didirikan Yayasan MTI Kapau oleh para pendiri yaitu: Aminuddin Dt.Bagindo Basa, Haji Muhammad Noer Amin, Haji Daiman St.Mangkuto, Haji Firdaus Efendi, A.H, Umi Aisyah dan Ibuk Sabidar. Sesuai Akta Yayasan maka Badan Pengurus dipimpin oleh Aminuddin Dt.Bagindo Basa sebagai Ketua Umum sampai beliau wafat tanggal 22 Mei 2000 dan kemudian dipimpin oleh H.M.Noer Amin St.Mangkuto sampai beliau wafat tanggal 10 November 2003.

Kemudian   Pengurus Yayasan  MTI   Kapau dipimpin Ketua Umum yaitu  Yendraldi, S.Pd  ( 2004-2009) dan  Drs. H.Zuiyen Rais, MS sebagai Ketua Badan Pendiri Yayasan. Sekarang Ketua Umum Yayasan MTI Kapau adalah Drs.Yefferson, SH,MA Dt.Lurah dan Drs. H.Zuiyen Rais, MS sebagai Ketua Pembina Yayasan untuk periode 2009-2014. Pimpinan Pondok Drs. Marjohan, M.Pd, Wakil Kepala Bidang Pendidikan Zaituni, S.Ag, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan Safrinal, SHI dan Wakil Kepala Bidang Humas Dukman Khatib Bandaro.

Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah Kapau terdiri atas dua tingkatan yaitu tingkat Tsanawiyah dan tingkat Aliyah. Untuk Tingkat Tsanawiyah pada tahun 1997 telah diberikan akreditasi Status Diakui dan tingkat Aliyah Status Terdaftar. Sejak dibangun kembali tahun 1975, MTI Kapau telah berkembang baik dari segi kualitas maupun kuantitas, terutama Pimpinan dan Guru-guru yang berpengalaman dan ditunjang sarana dan prasarana yang cukup memadai. MTI Kapau juga telah menamatkan ribuan murid yang sebahagian besar melanjutkan ke Perguruan Tinggi dan banyak yang telah berhasil di segala bidang.

Sabtu, 10 Maret 2012

Badan Penyalur Bantuan Anak Nagari Kapau (BPBPANK)

Berawal dari hasil Musyawarah Anak Nagari Kapau pada tanggal 4 September 2011, kemudian berdasarkan hasil rumusan tim maka diserahkan kepada Pemerintah Nagari Kapau untuk membentuk wadah atau badan yang akan mengelola zakat, infak, shadaqah dan lain-lain untuk bantuan pendidikan.

Berdasarkan amanat Musyawarah Anak Nagari Kapau tersebut maka diadakanlah musyawarah oleh pemerintah nagari dan alhamdulillah terbentuk suatu badan yang dinamakan Badan Penyalur Bantuan Pendidikan Anak Nagari Kapau atau disingkat BPBPANK, sesuai dengan Keputusan Wali Nagari Kapau Nomor 9 Tahun 2011 Tanggal 20 September 2011.

Berdirinya badan ini dimaksudkan untuk mengumpulkan / menghimpun zakat, infak, shadaqah dll dari Anak Nagari Kapau baik yang ada di kampung maupun di perantauan dan menyalurkannya kepada putra putri Anak Nagari Kapau untuk membantu biaya pendidikannya, karena masih banyak Anak Nagari Kapau yang tidak dapat melanjutkan pendidikan karena keterbatasan biaya.

Berangkat dari kondisi di atas BPBPANK mencoba menghimpun semua potensi nagari yang kita cintai ini guna meningkatkan kualitas pendidikan Anak Nagari Kapau, sehingga diharapkan BPBPANK dapat menjadi wadah bagi dunsanak-dunsanak kita yang peduli dengan pendidikan anak kemenakan kita di kampung halaman dengan menyisihkan sedikit kelebihan rezeki untuk disalurkan kepada yang membutuhkan.

MTI Kapau

SEJARAH RINGKAS BERDIRINYA MTI KAPAU


          Pada tahun 1929 di nagari Kapau diadakan musyawarah antara beberapa tokoh masyarakat dengan pimpinan nagari yang menghasilkan keputusan akan mendirikan Sekolah Agama yang bertempat di Pandam Basasak Kenagarian Kapau. Alhamdulillah pada waktu itu dengan usaha yang gigih para tokoh tersebut berdirilah sekolah agama dengan 7 (tujuh) ruang belajar. Pelopornya adalah Hamzah Dt.Batuah yang menjabat Kepala Nagari (1913-1931) dan dibantu oleh Inyik Syech Abdurrahman, Dt.Sajatino, Haji Abbas Chatib, Dt.Malano, Haji Muhammad Amin, Yang Basa Tuo dan lain-lain.

            Atas inisiatif beliau-beliau itulah sehingga pada tanggal 28 Juli 1929 diresmikanlah pembukaan sekolah ini oleh Inyik Syech Sulaiman Ar-Rasuly (Inyik Candung)  dan diberi nama Madrasah Tarbiyah Islamiyah ( MTI ) dengan lama belajar 7 tahun. Dikepalai oleh Buya H.Muhammad Nur Tuanku Mudo dengan guru-guru seperti Abdul Salam Malin Saidi, Haji Gazali, Ramli Tuanku Muhammad, Haji Sjarbaini, Dt.Doto Basa, Rasjidin Kari Bagindo, Malin Kayo dan lain-lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Beliau semua telah mengorbankan tenaga dan pikiran untuk mengajar secara sukarela.

            Dalam meningkatkan dana sekolah sebanyak-banyaknya maka diadakan wadah Wirid Pengajian sekali seminggu yang disponsori oleh Inyik Syech Abbas Qadhi dari Bukittinggi. Demikianlah sekolah ini berjalan dari masa ke masa dengan baik dan pada tahun 1942 sekolah telah memberikan ijazah kepada murid-murid sebanyak 40 (empat puluh) orang.

            Setelah zaman kemerdekaan sekolah tidak luput dari pasang surut dan maju mundurnya sampai pada masa pergolakan daerah PRRI tahun 1957, hingga akhirnya sekolah yang menjadi kebanggaan masyarakat Kapau ditutup sama sekali pada tahun 1958 sampai tahun 1975.

            Kemudian dari itu pengurus yang selama ini tidak bekerja lagi kembali mengadakan rapat untuk membentuk pengurus baru yang akan bekerja keras dan gigih dan dengan menghimpun suatu kekuatan untuk kembali “Mambangkik Batang Tarandam”. Maka pada tahun 1975 Pengurus baru pun terbentuk  yang dipimpin oleh Syech Rasjidin Kari Bagindo (Inyik Chatib) dan memberi kepercayaan kepada Ustadz Zul’aidi Ml.St.Alamsyah,BA sebagai Kepala Sekolah. Kemudian setelah itu sekolah secara berturut-turut  dipimpin oleh Ustadz-ustadz : Suardi. AM, BA (1980-1989), Drs.H.Zul’aidi Ml.St.Alamsyah (1989-1993), Drs.A.Malik Rahman (1993-1996), Drs.Bachtiar Tandjung (1996-1999) Drs.Muhammad Yarnani (1999-2005) Drs. A.K.Dt.Nankodoh Rajo (2005-2007), Drs. Abbas H.I (2007-2010) dan Drs. Marjohan, M.Pd (2010-Sekarang).

            Pada tahun 1989 setelah wafatnya Buya Rasjidin Kari Bagindo (1986), pengurus dipimpin oleh H.Hashuda Dt.Madjo Nan Tuo (Ketua I), H.D.S Mangkuto (Ketua II) dan Aminuddin Dt.Bagindo Basa (Ketua III). Kemudian tanggal 18 Mei 1998 (akta Notaris Yulfaisal, SH Nomor: 10) didirikan Yayasan MTI Kapau oleh para pendiri yaitu: Aminuddin Dt.Bagindo Basa, Haji Muhammad Noer Amin, Haji Daiman St.Mangkuto, Haji Firdaus Efendi, A.H, Umi Aisyah dan Ibuk Sabidar. Sesuai Akta Yayasan maka Badan Pengurus dipimpin oleh Aminuddin Dt.Bagindo Basa sebagai Ketua Umum sampai beliau wafat tanggal 22 Mei 2000 dan kemudian dipimpin oleh H.M.Noer Amin St.Mangkuto sampai beliau wafat tanggal 10 November 2003.

Kemudian   Pengurus Yayasan  MTI   Kapau dipimpin Ketua Umum yaitu  Yendraldi, S.Pd  ( 2004-2009) dan  Drs. H.Zuiyen Rais, MS sebagai Ketua Badan Pendiri Yayasan. Sekarang Ketua Umum Yayasan MTI Kapau adalah Drs.Yefferson, SH,MA Dt.Lurah dan Drs. H.Zuiyen Rais, MS sebagai Ketua Pembina Yayasan untuk periode 2009-2014. Pimpinan Pondok Drs. Marjohan, M.Pd, Wakil Kepala Bidang Pendidikan Zaituni, S.Ag, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan Safrinal, SHI dan Wakil Kepala Bidang Humas Dukman Khatib Bandaro.

Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah Kapau terdiri atas dua tingkatan yaitu tingkat Tsanawiyah dan tingkat Aliyah. Untuk Tingkat Tsanawiyah pada tahun 1997 telah diberikan akreditasi Status Diakui dan tingkat Aliyah Status Terdaftar. Sejak dibangun kembali tahun 1975, MTI Kapau telah berkembang baik dari segi kualitas maupun kuantitas, terutama Pimpinan dan Guru-guru yang berpengalaman dan ditunjang sarana dan prasarana yang cukup memadai. MTI Kapau juga telah menamatkan ribuan murid yang sebahagian besar melanjutkan ke Perguruan Tinggi dan banyak yang telah berhasil di segala bidang.